Home > Recommended > Robot Dan Budaya

Robot Dan Budaya

transformersblastattack

Istilah robot diperkenalkan pertama kali oleh seorang berkebangsaan Chekoslowakia bernama Karel Capek (1890-1938) di tahun 1920. Kata robot berasal dari bahasa setempat robota yang berarti budak atau kerja manual. Dari situlah istilah tersebut digunakan sebagai pengganti istilah budak mekanik yang digunakan membantu pekerjaan manusia. Itulah sebabnya mengapa negara-negara Barat seringkali memandang robot dengan nuansa perspektif yang negatif.

Lain halnya di negara Jepang, masyarakatnya mempunyai ketertarikan dengan robot yang memiliki status layaknya seorang bintang pujaan. Seperti di World Expo 2005 yang lalu di Perf. Aichi, paviliun-paviliun yang menonjolkan pertunjukan robot-robot yang bisa berbicara, berlari, menyanyi, menari, dan memainkan alat-alat instrumen musik, menyedot animo pengunjung yang luar biasa meskipun untuk itu pengunjung harus rela antri berjam-jam untuk bisa menontonnya. Konon kabarnya, tidak cukup waktu sehari dua hari untuk bisa masuk ke semua pavilionnya.

Ini semua tidak terlepas dari adanya perbedaan cara pandang dan cara mengenalkan robot kepada masyarakatnya. Lihat saja contoh kasus pengaruh manga (komik) tentang robot seperti film kartun legendaris dan paling digemari Astro Boy atau Tetsuwan Atom-kun (kun panggilan untuk anak), sebuah film animasi yang menggambarkan robot berbentuk seorang anak laki-laki seusia anak-anak SD yang bersahabat dengan manusia, mungkin bisa menjadi contoh terbaik sebagai penyebab pendekatan yang berbeda tentang robot antara Negara Barat dengan Jepang. Pengetahuan, teknologi dan kepekaan yang memberikan pesona dan kecintaan akan robot kepada masyarakat bangsa Jepang sekarang ini, dan juga kekuatan untuk mengembangkannya berakar secara mendalam dari budaya bangsanya yang mempunyai sejarah yang sangat panjang.

Tetapi, film dengan genre robot yang terkenal justru dipopulerkan oleh Negara Barat dengan Transformersnya. Siapa tidak kenal Bumble Bee dan Optimus Prime? Pertempuran Autobot melawan Decepticon ternyata belum berakhir di Transformers 2. Decepticon terus berusaha menghadang Autobot dan tidak menginginkan kedamaian di muka bumi. Transformers Blast Attack adalah arena pertempuran selanjutnya. Tidak hanya berupa robot ketika mereka bertempur, tetapi juga didukung dengan kecepatan akselerasi di mode mobil.

Pertempuran Blast Attack semakin seru! Lanjutkan di Game KapanLagi.com.

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: